https://jesfa.umbulukumba.ac.id/index.php/jesfa/issue/feedJournal of Education Sciences: Fondation & Application2026-04-03T11:53:58+07:00 Ilmar Andi Achmad, M.Pdilmarandiachmad@umbulukumba.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Jesfa:</strong> Jurnal Jesfa adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Nonformal, Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Jesfa merupakan singkatan dari Journal of Education Sciences: Fondation & Application. Jurnal ini menjadi wadah publikasi karya ilmiah atau hasil penelitian maupun studi pustaka bagi para dosen, guru, mahasiswa, dan praktisi dalam bidang pendididikan dan aplikasinya serta bidang pendidikan nonformal/pendidikan masyarakat, pendidikan informal serta pendidikan anak usia dini. Jurnal Jesfa ini diterbitkan setiap bulan Maret/April dan November. <em><strong><a title="ISSN E 2963-0274" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2963-0274#" target="_blank" rel="noopener">ISSN E 2963-0274</a></strong></em></p>https://jesfa.umbulukumba.ac.id/index.php/jesfa/article/view/134Digital Blue-Pedagogy: Rekonstruksi Model Andragogi Berbasis Cloud-Community untuk Kemandirian Ekonomi Masyarakat Kepulauan2026-04-01T10:01:39+07:00Frimha Purnamawati198812132019032009@mail.unej.ac.idA. Hasdiansyahahasdiansyah@gmail.comIlmar Andi Achmadilmar.andiachmad22@gmail.comMuhammad Athar Asmasatharasmas55@gmail.comDevi Candra Nindiyanindiyacandra@gmail.comYuli Artatiyuliakamah1972@gmail.com<p>Masyarakat kepulauan, khususnya di Pulau Liukang Loe, Bulukumba, menghadapi tantangan ganda: isolasi geografis dan keterbatasan akses pendidikan ekonomi formal. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi model andragogi melalui pendekatan Digital Blue-Pedagogy berbasis cloud-community. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana integrasi platform digital berbasis komunitas dapat memediasi proses pembelajaran mandiri bagi masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi model andragogi yang mengintegrasikan kearifan lokal kelautan (blue knowledge) dengan teknologi cloud mampu meningkatkan literasi digital dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui digitalisasi pemasaran produk olahan laut dan jasa pariwisata. Model ini menawarkan kerangka kerja baru dalam Pendidikan Non-Formal (PNF) yang bersifat adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kepulauan terluar.</p>2026-03-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Journal of Education Sciences: Fondation & Applicationhttps://jesfa.umbulukumba.ac.id/index.php/jesfa/article/view/135EFEKTIVITAS PROGRAM PENDIDIKAN LITERASI DALAM UPAYA PEMBERANTASAN BUTA HURUF DI KOTA PALOPO 2026-04-03T11:53:58+07:00usman usmanusmancamming@gmail.comHasmawaty Hasmawatyhasmawaty@unm.ac.idAbriadi Abriadi abriadi@unm.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas program literasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Palopo dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis peserta. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain eksperimen kuasi, penelitian ini menganalisis perubahan kemampuan literasi peserta sebelum dan setelah mengikuti program literasi. Sampel penelitian terdiri dari 50 peserta yang terdaftar dalam program literasi, dan analisis data dilakukan menggunakan uji One-Sample t-test untuk menguji perbedaan antara nilai peserta dengan nilai yang diharapkan atau standar kemampuan literasi yang dianggap memadai. Program literasi yang diberikan mencakup keterampilan dasar membaca dan menulis, dengan durasi pelatihan selama tiga bulan. Pre-test dan post-test dilakukan dengan instrumen yang sama untuk mengukur perubahan kemampuan literasi peserta. Tes membaca mengukur pemahaman peserta terhadap teks, sedangkan tes menulis menilai kemampuan mereka dalam menyusun kalimat atau paragraf. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji One-Sample t-test untuk menguji apakah ada perubahan signifikan dalam kemampuan literasi peserta setelah mengikuti program literasi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna mengenai efektivitas program literasi dalam meningkatkan keterampilan dasar membaca dan menulis, serta menjadi dasar bagi perbaikan dan pengembangan program literasi di masa yang akan datang. Kategori penilaian kemampuan literasi peserta menggunakan interval yang mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan, mulai dari sangat rendah hingga sangat tinggi, dengan nilai standar 75 sebagai batas kemampuan literasi yang memadai.</p>2026-03-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Journal of Education Sciences: Fondation & Application