REFERENCE POLICY

JESFA: Journal of Education Sciences, Foundation and Application berkomitmen memastikan bahwa seluruh referensi yang digunakan dalam artikel merupakan sumber ilmiah yang relevan, kredibel, dapat diverifikasi, dan mendukung argumentasi serta temuan penelitian. Referensi harus digunakan secara tepat dan dicantumkan secara konsisten sesuai dengan gaya sitasi yang ditetapkan oleh jurnal.

1. Ketentuan Umum Referensi

Penulis wajib memastikan bahwa:

  • seluruh sumber yang dikutip dalam teks tercantum dalam daftar pustaka;
  • seluruh referensi dalam daftar pustaka benar-benar dikutip dalam naskah;
  • sumber yang digunakan relevan dengan topik dan tujuan penelitian;
  • referensi berasal dari sumber akademik yang dapat dipercaya;
  • informasi bibliografis setiap referensi ditulis secara lengkap dan akurat;
  • sumber primer lebih diutamakan daripada sumber sekunder;
  • DOI dicantumkan apabila tersedia;
  • tautan sumber dicantumkan apabila relevan dan tersedia; dan
  • format sitasi dan daftar pustaka digunakan secara konsisten.

2. Sumber Referensi

JESFA menganjurkan penulis menggunakan sumber referensi dari:

  • artikel jurnal ilmiah;
  • buku akademik;
  • prosiding konferensi ilmiah;
  • laporan penelitian;
  • dokumen resmi pemerintah;
  • dokumen lembaga internasional;
  • tesis dan disertasi yang relevan; dan
  • sumber ilmiah lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis dianjurkan memprioritaskan artikel jurnal ilmiah yang telah melalui proses peer review.

Sumber dari website, blog pribadi, Wikipedia, media sosial, atau sumber populer lainnya sebaiknya tidak digunakan sebagai referensi utama, kecuali sumber tersebut memang relevan dan diperlukan untuk mendukung konteks tertentu.

3. Kemutakhiran Referensi

Penulis dianjurkan menggunakan referensi yang mutakhir dan relevan, terutama artikel jurnal yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir.

Namun, referensi klasik atau sumber yang lebih lama tetap dapat digunakan apabila memiliki kontribusi teoritis, metodologis, historis, atau konseptual yang penting bagi penelitian.

Kualitas dan relevansi sumber tetap menjadi pertimbangan utama, bukan hanya tahun publikasinya.

4. DOI dan Tautan Referensi

Penulis wajib mencantumkan Digital Object Identifier (DOI) apabila referensi yang digunakan memiliki DOI.

DOI sebaiknya ditulis dalam bentuk tautan permanen, misalnya:

https://doi.org/10.xxxx/xxxxx

Penggunaan DOI membantu pembaca menemukan sumber asli dan meningkatkan akurasi serta keterlacakan referensi.

5. Kesesuaian antara Sitasi dan Daftar Pustaka

Setiap referensi yang dikutip dalam teks harus tercantum dalam daftar pustaka.

Sebaliknya, setiap sumber yang tercantum dalam daftar pustaka harus digunakan atau dirujuk dalam artikel.

Penulis wajib memeriksa kembali:

  • nama penulis;
  • tahun publikasi;
  • judul artikel atau buku;
  • nama jurnal atau penerbit;
  • volume dan nomor;
  • nomor halaman;
  • DOI; dan
  • informasi bibliografis lainnya.

Kesalahan informasi referensi menjadi tanggung jawab penulis.

6. Penggunaan Referensi Primer

JESFA menganjurkan penggunaan sumber primer sebagai dasar utama argumentasi ilmiah. Sumber primer dapat berupa artikel penelitian asli, laporan penelitian, data resmi, atau dokumen akademik yang memberikan bukti langsung terhadap suatu pernyataan.

Penulis sebaiknya menghindari penggunaan sumber sekunder apabila sumber primer dapat diakses secara langsung.

7. Pengelolaan Referensi

Penulis dianjurkan menggunakan aplikasi pengelola referensi seperti:

  • Mendeley;
  • Zotero;
  • EndNote; atau
  • perangkat lunak pengelola referensi lainnya.

Penggunaan perangkat pengelola referensi dapat membantu mengurangi kesalahan penulisan sitasi dan daftar pustaka.

8. Gaya Sitasi

JESFA menggunakan gaya sitasi APA (American Psychological Association) sebagai pedoman penulisan sitasi dan daftar pustaka.

Penulis harus menggunakan format yang konsisten dalam seluruh naskah.

Contoh sitasi dalam teks:

Satu penulis:

(Suryani, 2024)

Dua penulis:

(Suryani & Rahman, 2024)

Tiga penulis atau lebih:

(Suryani et al., 2024)

Format daftar pustaka harus mengikuti kaidah APA dan mencantumkan DOI apabila tersedia.

9. Referensi dan Integritas Akademik

Penulis tidak diperbolehkan memasukkan referensi yang tidak pernah dibaca atau digunakan hanya untuk menambah jumlah daftar pustaka.

Penulis juga tidak diperbolehkan memanipulasi referensi, membuat referensi palsu, mengubah informasi bibliografis, atau mencantumkan sumber yang tidak dapat diverifikasi.

Referensi harus dapat dilacak dan sesuai dengan sumber aslinya.

10. Larangan Manipulasi Sitasi

JESFA tidak memperbolehkan praktik manipulasi sitasi, termasuk:

  • menambahkan sitasi yang tidak memiliki relevansi ilmiah;
  • meminta penulis mengutip artikel tertentu tanpa alasan akademik yang jelas;
  • melakukan pertukaran sitasi (citation exchange) yang tidak memiliki dasar ilmiah;
  • memasukkan sitasi secara berlebihan untuk meningkatkan jumlah sitasi;
  • melakukan sitasi terhadap karya sendiri secara berlebihan (excessive self-citation); atau
  • menggunakan sitasi untuk memengaruhi metrik jurnal atau penulis.

Setiap sitasi harus memiliki alasan akademik yang jelas dan relevan dengan pembahasan.

Praktik sitasi yang tepat harus didasarkan pada relevansi ilmiah dan bukan untuk meningkatkan metrik sitasi secara artifisial.

11. Referensi dari Jurnal JESFA

Penulis dapat menggunakan artikel yang telah diterbitkan oleh JESFA apabila artikel tersebut relevan dengan topik penelitian.

Namun, penulis tidak diwajibkan mengutip artikel JESFA dan tidak diperbolehkan menambahkan sitasi artikel JESFA secara tidak relevan hanya untuk meningkatkan jumlah sitasi jurnal.

12. Pemeriksaan Referensi

Editor dan reviewer dapat memeriksa kesesuaian antara sitasi dalam teks dan daftar pustaka selama proses editorial dan peer review.

Naskah dapat dikembalikan kepada penulis apabila ditemukan:

  • referensi yang tidak dapat diverifikasi;
  • DOI atau informasi bibliografis yang tidak sesuai;
  • ketidaksesuaian antara sitasi dan daftar pustaka;
  • penggunaan sumber yang tidak relevan;
  • referensi palsu; atau
  • masalah lain yang dapat memengaruhi integritas akademik artikel.

13. Tanggung Jawab Penulis

Penulis bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keakuratan, relevansi, dan kelengkapan referensi yang digunakan dalam manuskrip.

Sebelum melakukan submission, penulis disarankan melakukan pemeriksaan akhir terhadap seluruh referensi untuk memastikan bahwa:

  1. semua sitasi telah tercantum dalam daftar pustaka;
  2. semua referensi dalam daftar pustaka telah dikutip;
  3. informasi bibliografis telah benar;
  4. DOI telah dicantumkan apabila tersedia;
  5. sumber yang digunakan relevan dengan penelitian; dan
  6. tidak terdapat referensi yang dibuat atau dimanipulasi.

JESFA berkomitmen menjaga praktik sitasi dan referensi yang akurat, relevan, transparan, dan berintegritas sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas publikasi ilmiah.