Dinamika Pendidikan Masyarakat Kajang Antara Tradisi Dan Modernisasi Di Kabupaten Bulukumba
DOI:
https://doi.org/10.56959/jesfa.v5i1.147Kata Kunci:
Dinamika Pendidikan, Tradisi, Modernisasi, Masyarakat Adat kajangAbstrak
Dinamika Pendidikan Masyarakat Kajang Antara Tradisi dan Modernisasi di Kabupaten Bulukumba. Dibimbing oleh Ilmar Andi Ahcmad S.Pd.,M.Pd dan Dr.Hj.Andi Sumrah,Ap.,M.Si. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bulukumba. Penelitian ini menganalisis dinamika pendidikan masyarakat Kajang di Kabupaten Bulukumba, dengan fokus pada interaksi antara pendidikan adat Kajang dan pendidikan formal di tengah arus modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap Kepala Desa Tanah Toa, Galla, Orang Tua, dan Pemuda. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Kajang hidup dalam dua sistem pendidikan yang berdampingan. Ada pendidikan adat yang berlandaskan pada Pasang ri Kajang, yaitu ajaran lisan dan nilai-nilai filosofis yang menjadi pedoman hidup masyarakat adat Kajang, serta pendidikan formal yang mengadopsi kurikulum nasional. Kehadiran modernisasi, terutama melalui pendidikan formal dan teknologi seperti gawai, menimbulkan ketegangan nilai. Namun, masyarakat Kajang tidak menolak modernisasi. Sebaliknya, mereka berupaya mempertahankan budaya sambil mengambil hal-hal modern yang dianggap bermanfaat.Tantangan utama adalah menjaga agar generasi muda tidak melupakan akar budayanya. Disarankan adanya inovasi dalam metode pendidikan adat, penguatan peran orang tua, kolaborasi antara sekolah dan adat dalam pengembangan kurikulum lokal, serta peran aktif pemuda sebagai agen pelestarian dan inovasi budaya. Penelitian lanjutan disarankan untuk mendalami model integrasi pendidikan.
Unduhan
Referensi
Abdul Haris Sambu. (2016). Sejarah Kajang. Yayasan Pemerhati Sejarah Sulawesi Selatan Indonesia Kerjasama dengan Lentera Kreasindo.
Akib, Yusuf. (2015). Potret Manusia Kajang. Makassar: Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
Analisis Tempo, P. dengan D. (2021). Adat Suku Kajang-Adat Kebersahajaan,Toleran, dan Mistis. Jakarta: TEMPO Publishing.
Arnove, R. F., & Torres, C. A. (2007). Comparative Education: The Dialectic of the Global and the Local. Rowman & Littlefield Publishers.
B, Arman. 2021. Aplikasi Ajaran Patuntung Dalam Komunitas Adat Ammatoa Desa Tanah Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.
Ballantine, J. H., & Hammack, F. M. (2012). The Sociology of Education: A Systematic Analysis. Routledge.
Banks, J. A. (2008). An Introduction to Multicultural Education. Allyn & Bacon. Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. Routledge.
Bustamin & Abd. Latif. (2011). Teknik Inventarisasi Kepercayaan Komunitas adat. Bandung: 2011 Derektorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Ditjen Nilai Budaya, Seni dan Film.
Dei, G. J. S. (2000). Rethinking the role of indigenous knowledges in the academy. International Journal of Inclusive Education, 4(2), 111-132.
Department of Indonesian. 33–40. Karmadi, A. D. (2007). Budaya Lokal Sebagai Warisan Budaya dan Upaya Pelestariannya. Dialog Budaya Daerah Jawa Tengah, 1–6.Embayya) di Kabupaten Bulukumba, Phinisi Integration Review. Vol 2(2), (2019). Dalam Pelestarian Alam Laut di Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Komunikasi KAREBA, 4-5.
Fitriani. (2019). Interaksi Sosial Suku Kajang Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Di Kabupaten Bulukumba. 5–24.Imran, Aswar, Pratiwi, A. dan S. A. (2017).
Ganteng Tidak Harus Mewah:Studi terhadap Gaya Hidup Sederhana pada Tiga Mahasiswa di Kota
Makassar. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(11), 4070–4077.Sanjati, W. (2017).
H.P., Badrum. 2012. Sistem Kepercayaan Komunitas Adat Kajang Kabupaten Bulukumba. Ida, R. (2016). Studi Media dan Kajian Budaya . Jakarta: Prenada Media Group. Jupikamayanti, E. (2019). LE'LENG. Makassar
Hafid, Abdul. 2013. Ammatoa dalam Kelembagaan Komunitas Adat Kajang. Makassar: Badan
Hasruddin, Hasan, Nur, (2019) Patuntung Sebagai Kepercayaan Masyarakat Kajang Dalam (Ilalang Embayya) di Kabupaten Bulukumba, Phinisi Integration Review. Vol 2(2), (2019).
Kadir Ahmad Abdul. 2011. Komunitas Ammatoa di Kajang Bulukumba, Studi Tentang Peranan Kepercayaan Terhadap Pelestarian Lingkungan Hidup. Makassar : Fakultas Pascasarjana Unhas.
Maarif samsul , dkk. (2021). Mengenal Lebih Dekat Kebudayaan Suku Kajang Ammatoa (Program Penelitian dan Penalaran. Jurnal Penelitian Dan Penalaran, 4(9), 701–711.
Morissan. (2018). Teori Komunikasi individu hingga massa. Jakarta: Prenadamedia
Munarfah, Hasan, A. (2009). Metode Penelitian. Jakarta : Cv Praktika Aksara Semesta. Rahmadani,
A. (2017). Interaksi Sosial Masyarakat Kajang Di Kampung Kajang Dengan Masyarakat Tamangapa Raya Di Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar. 88. Rahman, A. (2022)
Robertson, R. (1992). Globalization: Social Theory and Global Culture. Sage Publications.
S., Adnan. 2011. Islam dan Patuntung di Tanah Toa Kajang. Jakarta: Yayasan Interaksi bekerjasama dengan Tifa Foundation.
Soekanto, S. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar
Salsabilah, S. (2019). Studi Etnografi Komunikasi Masyarakat Ammatoa Kajang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Makassar. Studi Agama dan Lintas Budaya, Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS),Gedung Pacasarjana UGM,)
Samiang Katu. 2014. Local Islam In Indonesia : Religion “Patuntung” In Kajang, JICSA 03 (02).
Suparyanto dan Rosad (2015. (2020). No Title No Title No Title. Suparyanto Dan Rosad (2015, 5(3),248–253.
Sutrisno. (2014). Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal: Studi Kasus Masyarakat Adat Baduy. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(3), 321-335. (Contoh jurnal hipotetis)
Syam, L. I. S. (2017). Pergeseran Makna Tradisi Kalomba Bagi Komunitas Kajang Dalam Tanah Toa di Bulukumba (Studi Kasus Adat Tanah Toa Dusun Sobbu Kecamatan Kajang Kabupate Bulukumba).
Toffler, A. (1970). Future Shock. Random House.
Warawirin, Cangara, C. Y. (2017). Makna Komunikasi Simbolik Hukum Adat Sasi Yasir. (2020). Pengantar Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: Cv Budi utama.
Yusuf Akib, (2011). Potret Manusia Kajang (Makassar: Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi
Sulawesi selatan)
Zanuddin, dkk. 2014. Ammatoa. Makassar: Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
Zainuddin, A. (2020). Transformasi Sosial Masyarakat Adat Kajang dalam Perspektif Pendidikan. Jurnal Sosiologi Pendidikan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Journal of Education Sciences: Fondation & Application

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



